Subscribe:

Ads 468x60px

Senin, 02 September 2013

Keratitis


Keratitis
Definisi
Keratitis adalah peradangan kornea, disebabkan bakteri, virus, jamur, autoimun. Pada umumnya didahului proses trauma, penggunaan lensa kontak, pemakaian obat golongan kortikosteroid tak terkontrol atau perluasan infeksi konjungtiva.

Sumber: (Soon-Phaik Chee, et all, Atlas of Inflamatory Eye Disease, Apublication of Singapore National Eye Centre, Saunders Elsevier, Singapore 2007)
Etiologi
Keratitis dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti kurangnya air mata, keracunan obat, reaksi alergi terhadap yang diberi topical, dan reaksi terhadap konjungtivitas menahun.
Sumber : Ilmu Penyakit Mata, Sidarta Ilyas, FK UI, ed. 3. 

Tanda dan gejala
Keratitis akan memberikan gejala mata merah, rasa silau, dan merasa kelilipan.
Sumber : Ilmu Penyakit Mata, Sidarta Ilyas, FK UI, ed. 3. 

Klasifikasi
Pembagian keratitis ada bermacam-macam, salah satunya adalah klasifikasi keratitis menurut kausanya :
a.            Bakteri
-                      Diplococcus pneumonia
-                      Streptococcus haemoliticus
-                      Pseudomonas aeruginosa
-                      Klebsiella pneumonia
b.           Virus
-                      Herpes simpleks
-                      Herpes zoster
-                      Variola
-                      Vacinia
c.           Jamur
-                      Candida
-                      Aspergillus
-                      Nocardia
-                      Cephalosporum
d.           Alergi terhadap :
-                      Stafilokok (ulkus marginal)
-                      Tuberkuloprotein (keratitis flikten)
-                      Toksin (ring ulcer , ulkus anularis)
e.            Defisiensi vitamin
-                      Avitaminosis A (xeroftalmia)
f.            Kerusakan N. V
-                      Keratitis neuroparalitik
g.            Tidak diketahui penyebabnya (ulkus moorens) 

Sumber : Oftalmologi Umum, Vaughan & Asbury, ed. 17. 

Ø    Menurut tempatnya
a.            Keratitis superfisial
*      Ulseratif
-          Keratitis pungtata superfisial ulserativa
-          Keratitis flikten
-          Keratitis herpetika
-          Keratitis sicca     
-          Keratitis rosasea
*      Non-ulseratif
-          Keratitis pungtata suferfisial Fuchs
-          Keratitis numularis Dimmer
-          Keratitis disiformis Westhoff
-          Keratokonjungtivitis epidemika
b.           Keratitis profunda
*      Ulseratif
-          Keratitis et lagoftalmus
-          Keratitis neuroparalitik
-          Xeroftalmia
-          Trakoma dengan infeksi sekunder
-          Keratitis gonore
-          Ulkus serpens akut
-          Ulkus serpens kronis
-          Ulkus ateromatosis
*      Non-ulseratif
-          Keratitis interstitial
-          Keratitis pustuliformis profunda
-          Keratiis disiformis
-          Keratitis sklerotikans 

Sumber : Salim cit Wiyana, 1993 

Diagnosis
Tes penunjang :
o   Tes flouresin
o   Tes sensibilitas kornea
o   Keratoskop placido
o   Scrapping epitel kornea
o   Tes sensitivitas

    Penatalaksanaan
   1. Kausatif dengan memperhatikan bentuk infiltrat, scrapping kornea dan tes sensitivitas / kultur
   2. Supportif : artificial tears, serum otologus, golongan kortikosteroid ( untuk keratitis profunda )
          3. Operatif : Flap konjungtiva / amnion

Rabu, 14 Agustus 2013

FIXED n POC websploit wifi_dos


Assalamualaikum

Sebelum nya mohon maaf lahir bathin yee big grin
permasalahan pada websploit wifi_dos nya yang disini














 yaudah tinggal muter2 di google ehh nemu cara nya, ternyata simple
tinggal buat aja seperti ini, tulis
mkdir /root/temp && touch /root/temp/blacklist

terus coba lagi dah main websploit nya
hasilnya seperti ini











lancar dan moga bermanfaat

Rabu, 10 Juli 2013

Bahaya Tidur Setelah Sahur

asslamualaikum
habis jalan mengisi waktu luang nemu ini

Tidur setelah sahur memang tidak haram. Namun, dari sisi ilmu gizi dan kesehatan tidur setelah makan sangat tidak dianjurkan bahkan dalam kategori dilarang karena dampak buruknya sangat banyak.

Pramono, ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin dalam tulisannya kepada Tribunnews.com mengatakan dampaknya antara lain perut akan jadi buncit karena saat tidur tubuh jadi hemat energi dan secara otomatis lemak akan mudah tertimbun di perut kita.

Juga akan terjadi refluks, karena makanan belum dicerna maka bisa berbalik dari lambung ke kerongkongan (atau biasa disebut refluks) karena pengaruh gravitasi akibat kita tidur.

"Jika terjadi refluks maka asam lambung akan naik dan melukai kerongkongan. Karena mengalami luka, kerongkongan akan terasa panas seperti terbakar, dan mulut pun terasa pahit," tulis Pramono.

Normalnya isi lambung/maag akan kosong kembali sekitar dua jam setelah kita makan, tapi kalau posisi tubuh kita berada pada posisi baring, maka proses pengosongan lambung/maag akan terhambat/terlambat. Hal ini akan mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan seperti mencret atau sembelit tergantung bahan makanan yang kita makan.

Meningkatnya resiko terkena stroke juga bisa saja terjadi kalau kita tidur setelah sahur. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah untuk mengalami stroke.

Jika seandainya kita masih ingin tidur setelah makan sahur atur saja minimal 2 jam setelah makan sahur baru tidur.

Tak heran jika banyak ulama berpendapat bahwa tidur setelah makan sahur sebaiknya tidak di lakukan .

Nabi Muhammad SAW telah memberika tuntunan bahwa makan sahur jangan ditinggalkan dan dianjurkan untuk diakhirkan waktunya jadi sampai menjelang subuh atau waktu imsyak sehingga secara logika maka setelah sahur maka langsung dilanjutkan ibadah Sholat Subuh dan jika setelah sholat subuh dilanjutkan dengan wirid yang cukup panjang maka matahari telah terbit dan sudah waktunya untuk bekerja.

Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah makan. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna.

Caranya bisa juga dengan shalat. Rasulullah SAW bersabda,"Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras."(HR Abu Nu'aim dari Aisyah r.a.).

Nah, masih nekad tidur setelah sahur?

moga bermanfaat ya bagi kawan2 semua

sumber

Selasa, 09 Juli 2013

Share Pankreatitis Secara Umum

Pancreatitis secara umum
·         Definisi
Pankreatitis (inflamasi pankreas) merupakan penyakit yang serius pada pankreas dengan intensitas yang dapat berkisar mulai dari kelainan yang relatif ringan dan sembuh sendiri hingga penyakit yang berjalan dengan cepat dan fatal yang tidak bereaksi terhadap berbagai pengobatan. (Brunner & Suddart, 2001; 1338)
Pankreatitis adalah kondisi inflamasi yang menimbulkan nyeri dimana enzim pankreas diaktifasi secara prematur mengakibatkan autodigestif dari pankreas. (Doengoes, 2000;558)
Pankreatitis akut adalah inflamasi pankreas yang biasanya terjadi akibat alkoholisme dan penyakit
saluran empedu seperti kolelitiasis dan kolesistisis. (Sandra M. Nettina, 2001).
·         Klasifikasi
1. Pankreatitis akut atau inflamasi pada pankreas terjadi akibat tercernanya organ ini oleh enzim-enzimnya sendiri, khususnya oleh tripsin. (Brunner & Suddart, 2001:1339)
2. Pankreatitis kronik merupakan kelainan inflamasi yang ditandai oleh kehancuran anatomis dan fungsional yang progresif pada pankreas. (Brunner & Suddart, 2001:1348)

·         Etiologi

Batu saluran empedu
Infeksi virus atau bakteri
Alkoholisme berat
Obat seperti steroid, diuretik tiazoid
Hiperlipidemia, terutama fredericson tipe V
Hiperparatiroidisme
Asidosis metabolik
Uremia
Imunologi seperti lupus eritematosus
Pankreatitis gestasional karena ketidakseimbangan hormonal
Defisiensi proteinToksin
Lain-lain seperti gangguan sirkulasi, stimulsi vagal ( Arief Mansjoer, 2000)
·         Manifestasi klinis
Nyeri abdomen yang hebat merupakan gejala utama pankreatitis yang menyebabkan pasien datang ke rumah sakit. Rasa sakit dan nyeri tekan abdomen yang disertai nyeri pada punggung, terjadi akibat iritasi dan edema pada pankreas yang mengalami inflamasi tersebut sehingga timbul rangsangan pada ujung-ujung saraf. Peningkatan tekanan pada kapsul pankreas dan obstruksi duktus pankreatikus juga turut menimbulkan rasa sakit.
Secara khas rasa sakit yang terjadi pada bagian tengah ulu hati (midepigastrium). Awitannya sering bersifat akut dan terjdi 24-48 jam setelah makan atau setelah mengkonsumsi minuman keras; rasa sakit ini dapat bersifat menyebar dan sulit ditentukan lokasinya. Umumnya rasa sakit menjadi semakin parah setelah makan dan tidak dapat diredakan dengan pemberian antasid. Rasa sakit ini dapat disertai dengan distensi abdomen, adanya massa pada abdomen yang dapat diraba tetapi batasnya tidak jelas dan dengan penurunan peristatis. Rasa sakit yang disebabkan oleh pankreatitis sering disertai dengn muntah.
Pasien tampak berada dalam keadaan sakit berat defens muskuler teraba pada abdomen. Perut yang kaku atau mirip papan dapat terjadi dan merupakan tanda yang fatal. Namun demikian abdomen dapat tetap lunak jika tidak terjadi peritonitis. Ekimosis (memar) didaerah pinggang dan disekitar umbilikus merupakan tanda yang menunjukkan adanya pankreatitis haemoragik yang berat.
Mual dan muntah umumnya dijumpai pada pankreatitis akut. Muntahan biasanya berasal dari isi lambung tetapi juga dapat mengandung getah empedu. Gejala panas, ikterus, konfusidan agitasi dapat terjadi.
Hipotensi yang terjadi bersifat khas dan mencerminkan keadaan hipovolemia serta syok yang disebabkan oleh kehilangan sejumlah besar cairan yang kaya protein, karena cairan ini mengalir kedalam jaringan dan rongga peritoneum. Pasien dapat mengalami takikardia, sianosis dan kulit yang dingin serta basah disamping gejala hipotensi. Gagal ginjal akut sering dijumpai pada keadaan ini.
Gangguan pernafasan serta hipoksia lazim terjadi, dan pasien dapat memperlihatkan gejala infiltrasi paru yang difus, dispnoe, tachipnoe dan hasil pemeriksaan gas darah abnormal. Depresi miokard, hipokalsemia, hiperglikemia dan koagulopati intravaskuler diseminata dapat pula terjadi pada pankreatitis akut (Brunner & Suddart, 2001:1339)
·         Patofisiologi
·         Pathogenesis
·         Penegakan diagnosis
1. Scan-CT : menentukan luasnya edema dan nekrosis
2. Ultrasound abdomen: dapat digunakan untuk mengidentifikasi inflamasi pankreas, abses, pseudositis, karsinoma dan obstruksi traktus bilier.
3. Endoskopi : penggambaran duktus pankreas berguna untuk diagnosa fistula, penyakit obstruksi bilier dan striktur/anomali duktus pankreas. Catatan : prosedur ini dikontra indikasikan pada fase akut.
4. Aspirasi jarum penunjuk CT : dilakukan untuk menentukan adanya infeksi.
5. Foto abdomen : dapat menunjukkan dilatasi lubang usus besar berbatasan dengan pankreas atau faktor pencetus intra abdomen yang lain, adanya udara bebas intra peritoneal disebabkan oleh perforasi atau pembekuan abses, kalsifikasi pankreas.
6. Pemeriksaan seri GI atas : sering menunjukkan bukti pembesaran pankreas/inflamasi.
7. Amilase serum : meningkat karena obstruksi aliran normal enzim pankreas (kadar normal tidak menyingkirkan penyakit).
8. Amilase urine : meningkat dalam 2-3 hari setelah serangan.
9. Lipase serum : biasanya meningkat bersama amilase, tetapi tetap tinggi lebih lama.
10. Bilirubin serum : terjadi pengikatan umum (mungkin disebabkan oleh penyakit hati alkoholik atau penekanan duktus koledokus).
11. Fosfatase Alkaline : biasanya meningkat bila pankreatitis disertai oleh penyakit bilier.
12. Albumin dan protein serum dapat meningkat (meningkatkan permeabilitas kapiler dan transudasi cairan kearea ekstrasel).
13. Kalsium serum : hipokalsemi dapat terlihat dalam 2-3 hari setelah timbul penyakit (biasanya menunjukkan nekrosis lemak dan dapat disertai nekrosis pankreas).
14. Kalium : hipokalemia dapat terjadi karena kehilangan dari gaster; hiperkalemia dapat terjadi sekunder terhadap nekrosis jaringan, asidosis, insufisiensi ginjal.
15. Trigliserida : kadar dapat melebihi 1700 mg/dl dan mungkin agen penyebab pankreatitis akut.
16. LDH/AST (SGOT) : mungkin meningkat lebih dari 15x normal karena gangguan bilier dalam hati.
17. Darah lengkap : SDM 10.000-25.000 terjadi pada 80% pasien. Hb mungkin menurun karena perdarahan. Ht biasanya meningkat (hemokonsentrasi) sehubungan dengan muntah atau dari efusi cairan kedalam pankreas atau area retroperitoneal.
18. Glukosa serum : meningkat sementara umum terjadi khususnya selama serangan awal atau akut. Hiperglikemi lanjut menunjukkan adanya kerusakan sel beta dan nekrosis pankreas dan tanda aprognosis buruk. Urine analisa; amilase, mioglobin, hematuria dan proteinuria mungkin ada (kerusakan glomerolus).
19. Feses : peningkatan kandungan lemak (seatoreal) menunjukkan gagal pencernaan lemak dan
protein (Dongoes, 2000).

Share Demam Tifoid

berhubung di indonesia prevelensi penyakit ini banyak jadi ini dulu yang saya mulai
Ada seorang mahasiswi usia 21 tahun datang berobat ke dokter mengeluh 7 hari terasa demam,terutama di sore-malam hari, nyeri kepala,pusing,perasaan tidak enak di perut,mual,muntah,kembung,diare.Sudah diobati dengan obat amoxcicilin dan ibuprofen(anjuran temannya) tetapi tidak ada perubahan dan penderita belum pernah sakit seperti ini.
2 minggu yang lalu penderita makan di warteg.Dari pemeriksaan fisik di dapatkan keadaan umum pucat,gelisah,sobat badan 39 derajat celcius, tekanan darah 110/70 mmHg,nadi 90x/menit dan pada mulut terlihat lidah kotor di tengan,tepi dan ujung merah dan tremor.pemeriksaan perit didapatkan hati membesar.

jawabannya Big Grin
1. Mengapa demam terutama disore dan malam hari?
Pada orang normal,irama sirkadian sangat mempengaruhi laju metabolisme tubuh,sehingga terjadi peningkatan sobat,pada pagi hari.
Harrison Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam,volume 2,edisi 13
Demam terjadi di sore hingga malam hari karena pada waktu tersebutmetabolisme tubuh telah menurun, sehingga sobat tubuh ikut menurun. Akibatnya, tubuhmengkompensasi set point ³palsu´ yang di set oleh bakteri dengan mekanisme demam. Sedangkanmenggigil adalah salah satu mekanisme termogenesis dalam usaha meningkatkan sobat. Pada umumnyamenggigil terjadi pada demam yang suhunya jauh dari nilai normal.
Sumber : Buku ajar IPD FKUI

2. Pengertian demam
Demam adalah peningkatan sobat tubuh diatas normal. Bila diukur dengan termometer rektal > 380C ( 100,40F ), bila pada oral > 37,80C, dan pada axilla > 37,20C ( 990F ).

Sumber : Mansjoer, Arif., et all. Kapita Selekta Kedokteran. Fakultas Kedokteran UI : Media Aescullapius.
• sobat normal: 36,5-37,2 C
• subnormal: < 36,5 C
• demam :> 37,2 C
• Hiperpireksia: > 41,2 C
• HIpotermia : < 35 C

(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III FK UI)
Degenerasi jaringan tubuh bakteri toksik
(gram -)

Pirogen -->Di jaringan/dalam darah-->Difagositosis leukosit darah,makrofag jaringan--> limfosit pembuluh bergranula besar-->mencerna hasil pemecahan bakteri & pelepasan IL(leukosit pirogen/pirogen endogen)-->menginduksi pembentukan prostaglandin E2/zat yang mirip-->meninggikan set point pada-->termostat hipotalamus--demam

((Sumber:Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Edisi 11.Guyton & Hall.Hal 937-948))

• Demam karena pirogen eksogen normal atau tidak?
Ketika terserang infeksi, tubuh berusaha membasmi infeksi itu dengan mengerahkan sistem imun. Sel darah putih dan semua perangkatnya bekerja keras menghancurkan penyebab infeksi, membentuk antibodi untuk menetralkan musuh, serta membentuk demam. Kehadiran demam akan membantu membunuh virus, karena virus tidak tahan sobat tinggi. Sebaliknya, virus akan tumbuh subur di sobat rendah.
Dunia kedokteran membuktikan, pada umumnya demam bukan kondisi yang membahayakan serta mengancam keselamatan jiwa. Beberapa kepustakaan kedokteran menulis, demam merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk memerangi infeksi. Ia ibarat alarm yang memberitahukan bahwa sesuatu tengah terjadi di dalam tubuh.
4. Tipe-tipe demam
Tipe Demam
• Demam septic, sobat badan berangsur naik ke tingkat tinggi pada malam hari dan turun kembali ke tingkat di atas normal pada pagi hari. Sering di sertai keluhan menggil dna berkerngat. Bila demam turun ke sobat normal di sebut demam heptik.
• Demam remiten, Demam dengan sobat badan yang dapat turun setiap hari namun tidak mencapai sobat normal. Perbedaan sobat sekitar 2 oC.
• Demam intermiten, sobat badan turun ke tingkat normal selama beberapa jam daolam satu hari. Bila demam ini terjadi setiap 2 hari sekali di sebut Tertiana. Bila terjadi 2 hari bebas diikuti 2 hari demam di sebut Kuartana.

• Demam kontinyu, Terjadi variasi sobat sepanjang hari tidak lebih dari 1oC. Pada demam yang terus menerus meninggi tiap hari di sebut hiperpireksia.
• Demam siklik, Terjadi kenaikan sobat selama beberapa hari yang diikuti periode bebas demam selama bebrapa hari kemudian diikuti kenaiakan sobat seperti semua.

( Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III Edisi IV )

• Kesimpulan pasien demam tipe sepsis dan remiten

5. Mengapa 7 hari demam sebabnya apa?
• Kemungkinan penyebabnya tifoid
• Kurang dari 7 hari
 Pada demam yang disebabkan oleh virus influenza yang disertai dengan atau tanpa batuk pilek umumnya, akan dialami selama 1-2 hari dengan sobat yang tidak terlalu tinggi, hangat-hangat saja atau biasa disebut ‘greges-greges‘. Umumnya penyakit karena virus bisa sembuh sendiri dengan dibantu minum banyak, makan dan istirahat cukup. Kadang-kadang tidak diperlukan obat (sembuh tanpa obat).
 Pada demam yang disebabkan oleh virus demam berdarah, suhunya turun naik sepanjang hari, seperti pelana kuda, sehingga disebut saddle fever. Demam bisa berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari, dan pada fase lanjut biasanya disertai manifestasi perdarahan di bawah kulit lengan, perdarahan gusi, dan atau mimisan. Bila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, demam ini bisa disertai syok karena kekurangan cairan di dalam sel tubuh.

Contoh Pola Demam Berdarah
 Ada demam lagi yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, karena tingkat keparahannya dan angka kematiannya yang masih tinggi di masyarakat, yaitu demam akibat flu burung. Pada demam ini, suhunya lebih dari 38 derajat Celcius secara menetap dan ada riwayat pernah kontak dengan unggas sakit atau mati mendadak. Dalam waktu yang cukup cepat, biasanya akan diikuti dengan gejala batuk, nyeri tenggorok, dan sesak napas, kemudian meninggal dunia.


• Lebih dari 7 hari:

 Demam thypoid atau tifus suhunya bisa lebih dari 38 derajat Celcius, yang biasanya muncul pada sore dan malam hari. Demam ini berlangsung lebih dari 3 hari bahkan lebih dari 7 hari, disertai sakit kepala, penurunan nafsu makan, dan atau sembelit atau diare.

Kesimpulan : pasien demam tifoid demam 7 hari tipe demam remiten atau sepsis
S. typhi bisa berada dalam air, es, debu, sampah kering, yang bila organisme ini masuk ke dalam vehicle yang cocok (daging, kerang, dan sebagainya) akan berkembang biak mencapai dosis infektif (Karsinah et.al, 1994).
Kuman masuk melalui saluran pencernaan lewat makanan yang terkontaminasi. Sebagian dimusnahkan dalam lambung, namun ada yang lolos sampai usus, kemudian berkembang biak. Bila respon imunitas mukosa (IgA) kurang baik, kuman dapat menembus sel epitel (terutama sel-M), selanjutnya ke lamina propia. Di lamina propia kemudian berkembang biak dan difagosit terutama oleh makrofag. Kuman dapat hidup di makrofag kemudian dibawa ke plaques peyeri kemudian ke kelenjar getah bening mesenterika. Kemudian kuman masuk ke sirkulasi darah (menyebabkan bakteremia pertama yang asimtomatik), kemudian menyebar ke seluruh organ retikuloendotelial terutama hati dan limpa. Di organ ini kuman menyebarkan meninggalkan sel fagosit kemudian berkembang biak di luar sel atau ruang sinusoid selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah lagi mengakibatkan bakteremia kedua kalinya dengan disertai tanda-tanda dan gejala penyakit infeksi sistemik
7. Mengapa merasa nyeri kepala dan pusing ?
Sakit kepala dalam kasus ini disebabkan oleh sekresi mediator inflamasi seperti TNFά
yang berlebih akibat dari pengaktifan makrofag oleh pirogen eksogen - selanjutnya
akan membentuk prostaglandin - mempengaruhi pusat simpatis pada hipotalamus
posterior – vasokontriksi pembuluh darah pada lapisan otak – sakit kepala.
Selain itu juga karena anemia yang menyebabkan anoksia jaringan sehingga transport
oksigen ke otak menurun.
8. Mengapa keadaan umumnya pucat dan gelisah ?
Bisa jadi karena mual dan muntahanoreksiakurang pasokan nutrisi jadi badan lemah
Bisa juga gelisah karena adanya hepatomegali jd penderita merasa tdak nyaman di perutnya

Demam tifoid
Definisi :
Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella Typhi dengan masa tunas 6-14 hari.
Etiologi:
a) Salmonella thyposa, basil gram negative yang bergerak dengan bulu getar, tidak bersepora mempunyai sekurang-kurangnya tiga macam antigen yaitu:
• antigen O (somatic, terdiri darizat komplekliopolisakarida)
• antigen H(flagella)
• antigen V1 dan protein membrane hialin.
b) Salmonella parathypi A
c) salmonella parathypi B
d) Salmonella parathypi C
e) Faces dan Urin dari penderita thypus (Rahmad Juwono, 1996).
Gejala dan Tanda:
• Demam > 7 hari, terutama pada malam hari, dan tidak spesifik
• Gangguan saluran pencernaan: nyeri perut, sembelit/diare, muntah
• Dapat ditemukan: lidah kotor, splenomegali, hepatomegali
• Gangguan kesadaran : iritabel-delirium, apati sampai semi-koma
• Bradikardi relatif, Rose-spots, epistaksis (jarang ditemukan)
• Laboratorium : titer Widal 1/200 atau lebih atau 1/320 pada pemeriksaan ulangan dan klinis. Diagnosa pasti dengan kultur. Titer aglutinin bisa tetap positip setelah beberapa minggu, bulan bahkan tahun, walau penderita sudah sehat. Kadang leukositosis, kadang leukopeni
Patofisiologi
Penularan salmonella thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara, yang dikenal dengan 5 F yaitu Food (makanan), Fingers (jari tangan/kuku), Fomitus (muntah), Fly (lalat), dan melalui Feses.
Feses dan muntah pada penderita typhoid dapat menularkan kuman salmonella thypi kepada orang lain. Kuman tersebut dapat ditularkan melalui perantara lalat, dimana lalat akan hinggap dimakanan yang akan dikonsumsi oleh orang yang sehat. Apabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan dirinya seperti mencuci tangan dan makanan yang tercemar kuman salmonella thypi masuk ke tubuh orang yang sehat melalui mulut. Kemudian kuman masuk ke dalam lambung, sebagian kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus bagian distal dan mencapai jaringan limpoid. Di dalam jaringan limpoid ini kuman berkembang biak, lalu masuk ke aliran darah dan mencapai sel-sel retikuloendotelial. Sel-sel retikuloendotelial ini kemudian melepaskan kuman ke dalam sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia, kuman selanjutnya masuk limpa, usus halus dan kandung empedu.
Semula disangka demam dan gejala toksemia pada typhoid disebabkan oleh endotoksemia. Tetapi berdasarkan penelitian eksperimental disimpulkan bahwa endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam pada typhoid. Endotoksemia berperan pada patogenesis typhoid, karena membantu proses inflamasi lokal pada usus halus. Demam disebabkan karena salmonella thypi dan endotoksinnya merangsang sintetis dan pelepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang.
Penatalaksanaan :
• Bet rest total (tirah baring absolut) sampai minimal 7 hari bebas panas atau selama 14 hari, lalu mobilisasi secara bertahap -> duduk -> berdiri -> jalan pada 7 hari bebas panas
• Diet tetap makan nasi, tinggi kalori dan protein (rendah serat) -> lihat Buku Ajar Penyakit Dalam jilid 1, edisi 3 cetakan ke 7, halaman 439, PAPDI, tahun 2004
• Medikamentosa:
1. Antipiretik (Parasetamol setiap 4-6 jam)
2. Roborantia (Becom-C, dll)
3. Antibiotika:
o Kloramfenikol, Thiamfenikol : 4×500 mg, jika sampai 7 hari panas tidak turun (obat diganti)
o Amoksilin/ampisilin : 1 gr/6 jam selama fase demam. Bila demam turun -> 750 mg/6 jam sampai 7 hari bebas panas
o Kotrimoksasol : 2 X 960 mg Selama 14 hari atau sampai 7 hari bebas panas. Jika terjadi leukopeni (obat diganti)
o Golongan sefalospurin generasi III (mahal)
o Golongan quinolon (bila ada MDR)
Catatan:
Kortikosterroid: khusus untuk penderita yang sangat toksik (panas tinggi tidak turun-turun, kesadaran menurun dan gelisah/sepsis):
• Hari ke 1: Kortison 3 X 100 mg im atau Prednison 3 X 10 mg oral
• Hari ke 2: Kortison 2 X 100 mg im atau Prednison 2 X 10 mg oral
• Hari ke 3: Kortison 3 X 50 mg im atau Prednison 3 X 5 mg oral
• Hari ke 4: Kortison 2 X 50 mg im atau Prednison 2 X 5 mg oral
• Hari ke 5: Kortison 1 X 50 mg im atau Prednison 1 X 5 mg oral
Pada Anak :
• Klorampenikol : 50-100 mg/kg BB/dibagi dalam 4 dosis sampai 3 hari bebas panas / minimal 14 hari. Pada bayi < 2 minggu : 25 mg/kg BB/hari dalam 4 dosis. Bila dalam 4 hari panas tidak turun obat dapat diganti dengan antibiotika lain (lihat di bawah)
• Kotrimoksasol : 8-20 mg/kg BB/hari dalam 2 dosis sampai 5 hari bebas panas / minimal 10 hari
• Bila terjadi ikterus dan hepatomegali : selain Kloramfenikol diterapi dengan Ampisilin 100 mg/ kg BB/hari selama 14 hari dibagi dalam 4 dosis
• Bila dengan upaya-upaya tersebut panas tidak turun juga, rujuk ke RSUD
medicastore.com › Kategori Penyakit › Infeksi & Penyakit Menular


Demam tifoid
a. Anamnesis.
- Demam lamanya lebih dari 1 minggu, sifatnya sore dan malam hari lebih tinggi daripada pagi dan siang hari.
- Gangguan kesadaran : lamanya, sifatnya (apatis sampai somnolen) mengigau, halusinasi, dll.
- Gangguan saluran cerna : mulut bau, perut kembung atau tegang dan nyeri pada perabaan, konstipasi atau diare, tinja berdarah dengan atau tanpa lendir atau tinja berwarna hitam, anoreksia, muntah.
- Gejala lain : kejang, sesak nafas.
- Pengobatan yang telah diberikan, jenis dan lamanya.
b. Pemeriksaan fisik.
- Demam, kesadaran menurun, mulut bau, bibir kering dan pecah-pecah (rhagaden), lidah kotor (coated tongue) dengan ujung dan tepi kemerahan dan tremor, perut kembung, pembesaran hati dan limpa yang nyeri pada perabaan.
- Tanda komplikasi di dalam saluran cerna :
• Perdarahan usus : tinja berdarah (melena).
• Perforasi usus : pekak hati hilang dengan atau tanpa tanda-tanda peritonitis, bising usus hilang.
• Peritonitis : nyeri perut hebat, dinding perut tegang dan nyeri tekan, bising usus melemah/hilang.
- Tanda komplikasi di luar saluran cerna :
• Meningitis, kolesistitis, hepatitis, ensefalopati, Bronkhopneumonia, dehidrasi dan asidosis.
medicine.uii.ac.id/index.php/Artikel/Demam-Tifoid.html